Seiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, manusia berupaya agar segala kebutuhannya terpenuhi dengan mudah.
Sejarah awal dimulai ketika manusia mengetahui dan mempelajari cara kerja organ tubuh paru-paru yang bekerja dan berfungsi menukar Gas Oxygen (O2) dari udara di dalam bumi dengan Gas Carbon dioxide (CO2) dalam darah.
Fungsi tersebut bekerja dengan cara menghisap, memampatkan, menyaring dan mendistribusi udara kedalam tubuh.

Dry Ice 1500 SM
Semenjak kelahiran industri metalurgi pada tahun 3000 SM untuk permintaan emas, perak, tembaga, dan timah, bangsa Mesir dan Sumeria menggunakan kompresi udara sederhana untuk proses mencairkan logam barulah pada tahun 1500 SM sistem mekanisasi kompresi udara lebih efisien ditemukan.
Abad ke 17
Revolusi Industri di Eropa pada abad ke-17 sampai dengan abad ke-19 menciptakan banyak penemuan-penemuan (discovery) seperti jenis macam gas, wadah tempat penyimpanan gas (tabung tekanan tinggi), gas proses pemampatan dan pendinginan (Cryogenic gas), dan lain-lain yang berguna bagi kehidupan manusia.
Sekarang terdapat berbagai macam kegiatan perindustrian manusia pada abad millennium ini, kebutuhan gas-gas industri menjadi sangat vital dan trennya menunjukan peningkatan permintaan dari tahun ke tahun. Salah satu jenis gas industri tersebut adalah Gas Carbon Dioxde (CO2) sedangkan produk turunan dari Gas Karbon Dioksida adalah “DRY ICE” atau “ES KERING”, atau juga disebut “BIANG ES”.
GAS CARBON DIOXIDE (CO2)
Carbon Dioxide (CO2) secara kimia adalah gas yang terdiri dari dua molekul Oxygen (O2) yang terikat secara kovalen dengan sebuah molekul carbon.
Jenis gas ini, termasuk jenis gas yang tidak mudah terbakar (non-flammable), tidak berbau (odorless), dan tidak berwarna (colorless). Gas Karbondioksida menunjukkan rasa asam (acidic taste) dan pada temperatur dan tekanan tertentu Carbon Dioxide (CO2) dapat berubah bentuk menjadi padat, cair dan gas.
Biasanya jumlah besar Carbon Dioxide (CO2) disimpan dan dikirim dalam bentuk cair (liquid) melalui tekanan dan pendingin (refrigant) yang terkontrol.
Gas Carbon Dioxide (CO2) ada secara alami di bumi dan dihasilkan dalam berbagai cara, seperti di dalam terjadinya letusan gunung berapi, dan di dalam akses pembuangan kotoran pada proses peternakan hewani, dan lain sebagainya.
Sedangkan secara komersial pada skala besar industri biasanya berasal dari produk sampingan proses industri seperti dalam industri petrokimia (industri pupuk), Pabrik Methanol, dan lain-lain. Namun seiring dengan semakin meningkatnya tren permintaan Gas Carbon Dioxde (CO2) untuk berbagai industri seperti industri makanan dan minuman, industri automotive dan fabrikasi manufaktur, dan lain-lain, banyak pabrik didirikan khusus untuk memproduksi gas Co2.
Carbon Dioxide (CO2) digunakan dalam berbagai keperluan medis, seperti: gas insuflasi untuk operasi kecil invasif (minimal invasive surgery) dan untuk cryotherapy.
Carbon Dioxide (CO2) digunakan juga untuk minuman berkarbonasi (minuman bersoda), bahan pemadam kebakaran serta untuk membekukan bermacam makanan. Dan salah satu turunan produk CO2 adalah “DRY ICE”